Pages

Tampilkan posting dengan label sejarah. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label sejarah. Tampilkan semua posting

Senin, 27 Oktober 2014

Sejarah Zam-zam




Ketika orang-orang pulang berhaji, oleh-oleh yang paling ditunggu selain kurma, hiasan, atau pernak-pernik lainnya adalah air zam-zam. Siapa yang tidak kenal dengan zam-zam? Minuman ini terkenal dan merupakan air yang memberikan banyak manfaat bagi tubuh manusia.

Air yang terbaik di muka bumi ini adalah air zam-zam. Air zam-zam adalah air suci yang telah dinikmati oleh umat Islam di seluruh dunia. Kisah sumur zam-zam ini berawal sejak 4000 tahun yang lampau. Pada saat itu masih menjadi bagian dari gurun Sahara yang gersang dan tandus, bukti bahwa tempat tersebut tidak pernah dihuni. Lalu Ibrahim AS bersama istrinya Siti Hajar dan putranya Ismail datang dan bermukim di tempat ini untuk memenuhi perintah Allah Subhanhu Wa Ta'ala.

Zamzam merupakan sumur mata air yang terletak di kawasan Masjidil Haram, sebelah tenggara Kabah, berkedalaman 42 meter. Menurut riwayat, mata air tersebut ditemukan pertama kali oleh Siti Hajar setelah berlari-lari bolak-balik antara bukit Safa dengan bukit Marwah, atas petunjuk Malaikat Jibril, tatkala Ismail, putera Siti Hajar, mengalami kehausan di tengah padang pasir, sedangkan persediaan air tidak ada.

Pada suatu saat Ibrahim AS sedang pergi untuk beberapa lama, persediaan makanan dan minuman habis. Bahkan ASI dari Siti Hajar pun mengering. Hidup ibu dan anak laki-laki itu terancam haus dan lapar. Siti Hajar lalu berusaha mencari air dengan berlari-lari kecil dari bukit Safa ke bukit Marwah sambil memohon kepada Allah apa saja untuk putranya. Setelah 7 kali pergi-pulang, terjadilah keajaiban. Air memancar dari antara kedua kaki putranya dengan kehendak Allah yang memerintahkan malaikat Jibril. Dengan memukul bumi, maka terpancarlah air. Itulah air zam-zam.

Beberapa tahun kemudian, Ibrahim AS datang dan langsung bersujud kepada Allah. Ia lalu membangun, meninggikan kembali Baitullah dibantu anaknya Ismail dan menjadikan tempat tersebut sebagai tempat ibadah kepada Allah Subhanhu Wa Ta'ala.

Kamis, 23 Oktober 2014

Museum Ranggawarsita

      Museum merupakan salah satu tempat rekreasi yang memberikan manfaat dari sisi pendidikan sekaligus hiburan. Museum juga bisa dijadikan sebagai tempat penelitian bagi para peneliti. Benda-benda sejarah yang ada di dalam museum memiliki nilai historis yang berguna bagi pembelajaran para pengunjung maupun peneliti. Salah satu Museum yang ada di jawa Tengah ini adalah Musesum Ranggawarsita. Museum ini terletak di pinggir jalan raya persis dekat Bandara Ahmad Yani.



Museum Ranggawarsita memiliki berbagai macam koleksi benda bersejarah dari batu-batu mineral, meteorit, kerangka gajah purba, kain batik, porselen, keris, sampai boneka Nini Towok yang lebih dikenal sebagai boneka Jaelangkung. Koleksi benda sejarah dalam museum ini diperkirakan mencapai ribuan bahkan mungkin puluhan ribu. Museum Ranggawarsita terdiri dari beberapa gedung, yang mana tiap-tiap gedung menjadi tempat penyimpanan di masa tertentu. Seperti misalnya, ada gedung yang berisi barang-barang pra-sejarah, saat era penjajahan, atau bahkan masa sesudah kemerdekaan.

Sebagai tempat wisata sekaligus tempat pembelajar, museum bisa menjadi salah satu destinasi wisata yang menarik bagi masyarakat. Apalagi biaya masuk museum Ranggawarsita terbilang murah. Pada tahun 2013, tiket untuk anak-anak sekitar Rp 2000, sedangkan untuk orang dewasa sekitar Rp 4000. Murah, kan?

Kita bisa berjalan-jalan sambil menimba ilmu waktu berjalan-jalan di sana.
 
 
Blogger Templates